Posts

Showing posts from September, 2018

Laki-laki, kontrasepsi, dan aborsi

Seorang anak perempuan, diperkosa, lalu hamil, kemudian dipenjara karena menghentikan kehamilannya. Meski hakim memutuskan dia tidak bersalah, jaksa justru mengajukan kasasi agar si anak dipenjara dengan tuduhan penghilangan nyawa.
Agar dapat menghilangkan aborsi, fokus utama kita harus bergeser dari menghukum pelaku, menjadi menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan. Dengan demikian, penghentian kehamilan, alias aborsi, tidak perlu terjadi sama sekali.
Kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan bukan melulu perkara remaja. Saya tidak dapat menemukan data terbaru di Indonesia, tetapi data 10 tahun lalu, 70% aborsi dilakukan dalam perkawinan, 30% dilakukan di luar perkawinan, dari 30% itu, 21% dilakukan oleh remaja.
Menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan tidak bisa hanya berfokus pada perempuan. Perempuan tidak bisa hamil tanpa ada sperma yang masuk ke dalam sel telur. Sebab itu, laki-laki juga sudah semestinya bertanggung jawab penuh atas set…