Posts

Showing posts from April, 2017

utang pernikahan

Semalam saya ngobrol soal pernikahan dengan seorang teman. Saat menikah dulu, dia harus mengundang ribuan tamu atas permintaan keluarga. Tabungannya ludes, tapi tekadnya membahagiakan orang tua tercapai. Katanya, uang bisa dicari, tapi membahagiakan orang tua tidak mudah diwujudkan.

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman lain bercerita bahwa keluarga ingin merayakan pernikahan di gedung yang terbilang cukup mewah. Saya ingat, karangan bunga dari berbagai perusahaan terkemuka terpampang di depan gedung. “Aku akhirnya ya ngutang ke bank, Rik.”

Saya juga dengar ada yang kemudian terbelit masalah keuangan lantaran pernikahan yang besar-besaran.

Saya tidak percaya bahwa kebahagiaan Ibu hanya terletak pada seremoni pernikahan. Keinginan mengadakan perayaan pernikahan adalah sekadar keruwetan manusia dalam berhubungan sosial. Saat menelepon Ibu pekan lalu, saya katakan pada Ibu, kalau Ibu ingin saya melakukan seremoni pernikahan, saya ingin permintaan tersebut datang dari kesadaran (conscio…