Posts

Showing posts from August, 2016

Lima cara instan turunkan berat badan dan mendapatkan perut rata

Image
Salah satu artikel yang akhir-akhir ini sering saya temukan beredar di media sosial adalah semacam: gerakan yoga ini dijamin bikin perut rata, atau lima cara mudah tapi jitu untuk membuat perut rata. Geli-geli gemes setiap kali melihat ada yang sharing artikel semacam itu.
Tulisan ini tentu saja tidak akan memberi lima cara mudah untuk menurunkan berat badan dan memiliki perut rata. Saya menulis judul ini karena yakin judul semacam ini pasti langsung dilirik dan diklik. Sebaliknya, tulisan ini akan membahas bahwa tidak ada cara mudah yang sehat untuk menurunkan berat badan secara instan. Tidak ada cara instan yang sehat untuk membuat perut rata. Namun, tentu saja ada cara-cara yang sehat dan lebih sustainable untuk membuat tubuh lebih fit.
Ini adalah cara yang saya pakai. Namun, ingat, badan dan toleransi setiap orang beda-beda. Cara ini mungkin berhasil untuk saya, tapi bisa jadi gagal total buat kamu karena badan kita beda. Namun saya percaya catatan ini bisa membantu untuk membuat…

pilih-pilih teman

Album anak-anak jaman tahun 1990an, biasanya diselipi percakapan-percakapan penuh petuah di antara satu lagu dan lainnya. Salah satunya adalah percakapan antara Susan dan Kak Ria Enes. Kak Ria pada saat itu meminta Susan untuk memilih-milih dalam bergaul.
“Jadi kalau aku berteman sama petinju, aku akan jadi petinju, gitu?” ujar Susan setengah kesal.
Menurut Susan, kita harus berteman dengan siapa saja, tidak boleh pilih-pilih. Kita harus ambil sisi positif dari setiap teman, dan buang sisi negatifnya. Betul juga!
Namun, on the second thought, saya kira Kak Ria ada benarnya. Mengelilingi diri dengan orang-orang yang termotivasi, memiliki tujuan yang sama, dan memiliki aura positif, sangatlah penting. Kalau tidak, saya pasti sudah berhenti melanjutkan beasiswa sejak November tahun lalu.
Mendaftar sekolah sambil bekerja, tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga mental, dan finansial. Saking melelahkannya, saya sempat curhat ke Ibu Sofia, inisiator program mentorship yang juga is…

Hal-hal kecil tapi penting yang sering terlupa saat mendaftar beasiswa

Saat berusia 23, saya berjanji akan mencoba mendaftar beasiswa pada usia 25. Waktu itu saya sedang senang sekali menjadi wartawan, manalah sempat mendaftar beasiswa, yang saya kerjakan setiap hari cuma liputan, menulis, dan memantau berita lain (supaya nggak kebobolan). Hal-hal yang saya pedulikan cuma: hari ini mau nulis apa, semoga ga ada berita yang ditarik ke halaman satu (biar ga banyak-banyak nulis pengganti), semoga banyak iklan.
Jadilah saat memasuki usia 25, saya mendaftar sebuah beasiswa ke Australia. Saat itu saya belum paham caranya merefleksikan diri ke aplikasi, jadi sekadar mengisi kolom-kolom aplikasi saja. Apalagi saat itu saya baru berganti pekerjaan. Selain karena masih beradaptasi,  pekerjaan baru yang menyenangkan, membuat saya bertemu banyak orang, dan banyak jalan-jalan, membuat saya lupa pada rencana mendaftar beasiswa. Barulah dua tahun kemudian, saya betul-betul niat mendaftar beasiswa. Saking semangatnya, sudah dari jauh-jauh hari saya mengantongi LoA dari …