Ada perjalanan

Ada perjalanan-perjalanan yang tak tentu arah. Seperti daun-daun yang tertiup angin, kadang rebah saja di tanah, lalu hinggap di atap rumah. Seperti kaleng bekas yang ditendang-tendang anak tetangga, ke sana ke mari mengikuti kaki-kaki dekil bersendal jepit.

Ada perjalanan-perjalanan yang ditiup angin, dan ditendang-tendang kaki dekil. Perjalanan yang kumal dan kebingungan, Perjalanan yang biru dan tak jarang menjadi sendu.

Ada gemericik air yang tak tahu dari mana. Mungkin dari hujan semalaman yang membuat jalanan banjir berlumpur, atau keran tetangga yang bocor dan belum juga betul meski sudah diikat karet gelang dan disumbat kain lap.

Ada gemericik yang berisik, bertalu-talu memenuhi ember di bawah lubang-lubang atap, meninggalkan gigil dan gemelutuk gigi satpam di pos ronda yang tak cukup tebal sarungnya.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual