Informasi awal soal Raja Ampat untuk pemula

Raja Ampat atau bahkan Papua secara umum sering disebut sulit dijangkau. Bebrapa orang mengatakan sulit menuju Raja Ampat dibandingkan ke luar negeri. Mungkin itu kesimpulan mereka yang malas cari tahu. Karena Raja Ampat tak sesulit dan semahal kabar burung.

Penerbangan menuju Raja Ampat tak sulit dicari. Bahkan kita bisa menggunakan jalur udara menuju pulau terbesar di Raja Ampat. Selain transportasi yang ternyata tidak sesulit cerita burung, makanan di Raja Ampat juga tak semahal yang disebarkan rumor. Apalagi persoalan malaria. Tak perlu terlalu parno.


Transportasi

Penerbangan paling dekat menuju Raja Ampat adalah melalui Sorong, Papua Barat. Biasanya maskapai akan transit di Manado atau Makassar lalu menggunakan pesawat bombardir menuju Sorong. Lama waktu tempuh menuju Sorong sebenarnya hanya 4 jam, 2 jam dari Jakarta ke Makassar, 2 jam lagi dari Makassar ke Sorong. Namun karena ada 2 jam perbedaan waktu, perjalanan jadi seolah memakan waktu 6 jam dari Jakarta ke Sorong, di luar waktu transit.

Dari Sorong menuju Waigeo, salah satu pulau terbesar di Raja Ampat bisa menggunakan Susi Air, atau kapal dari Pelabuhan Rakyat. Lama waktu penerbangan dari Sorong ke Waiwo di Raja Ampat adalah 20 menit, sedangkan menggunakan kapal mencapai 1,5 jam menuju Waisai.

Kapal menuju Waigeo berangkat dua kali sehari, pukul 11.00 dan pukul 14.00. Namun pada hari tertentu kapal hanya berangkat sekali pada pukul 11.00.
perjalanan ke Waigeo
Kalau tak terkejar berangkat dengan kapal yang sama pada hari kedatangan di Sorong, tak perlu khawatir, Sorong juga kota yang cukup indah dan punya pantai-pantai cantik. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan sembari menunggu kapal keesokan hari.

Sesampainya di Raja Ampat, pilihan transportasi yang mudah ditemukan dari pelabuhan atau bandara adalah ojek. rental mobil juga ada. Namun tak seperti rental mobil di kota besar, harga rental mobil di Raja Ampat (juga di Sorong) dihitung pertujuan, bukan perhari/ jam.


Penginapan

Waigeo bisa jadi pilihan untuk menginap di Raja Ampat. Meski tak langsung berada di pantai, namun Waigeo memiliki lebih banyak pilihan penginapan dengan harga yang lebih bervariasi. Selain itu bisa juga menginap di Piaynemo, Waisai, atau wilayah lain di bibir pantai.

dari penginapan di Waisai
homestay di Paeynemo


penginapan di Bukit Yenpapir
Menginap di bibir pantai lebih asik karena laut persis di depan jendela. Namun tinggal di pinggir pantai adalah perjalanan sunyi, alias sulit ketemu orang lain/ pengunjung lain. Artinya juga lebih butuh daya dan upaya untuk cari variasi makanan selain yang disediakan penginapan. Perjalanan ke tempat-tempat lain lumayan jauh. Jadi sebaiknya simpan nomor abak ojek buat minta dianter-jemput dalam pulau.


Makan

Di tengah kota banyak rumah makan dengan ikan segar dan harga yang sangat terjangkau. Namun kebanyakan homestay sudah menyediakan makan tiga kali sehari. Atau juga bisa beli bahan makanan di pasar.



**Melakukan perjalanan pada 9-17 November 2014, sebelum pencabutan subsidi bahan bakar minyak**



Baca juga:

Raja Ampat Mahal? MITOS!
Sorong, Kota Matahari Tenggelam

Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual