penyelaman-malam pertama!

Selalu ada yang pertama untuk segala-galanya, akhir pekan ini penyelaman-malam pertama.

Penyelaman malam terasa lebih syahdu, kalau tidak ada gerombolan bule dengan puluhan senter super terang, dan terus menerus membuat bunyi-bungian "teng teng teng teng". Membuat siapapun yang berada di sekitarnya seperti sedang diambil gambar untuk film, atau minimal acara reality show.

Namun, sungguh penyelaman malam itu lebih syahdu, walaupun bule-bule itu agak mengganggu kesyahduan (tetep). 

Karena ini adalah penyelaman malam pertama, dan belum pernah mengambil sertifikasi penyelam lanjutan (advance), maka aku melakukannya di tempat yang sudah dikenal: USAT Liberty Ship Wreck. Tahun lalu menyelam beberapa kali di tempat yang sama, juga melakukan sertifikasi wreck dive specialization di bangkai kapal Amerika yang ditorpedo Jepang ini . Kupikir kalau sudah mengenal tempatnya mungkin dapat mengurangi deg-degan.

Deg-degan hanya terasa dipermukaan. Begitu masuk ke dalam, rasa berdebar mungkin diserap ribuan plankton, hilang begitu saja.

Dasar laut di malam hari, terasa gaib dan romantis. Gerombolan ikan yang entah apa namanya, bersinar keperakan saat terkena sorot cahaya. Ikan-ikan kecil lain yang lebih sporadis memantulkan segaris cahaya biru dari siripnya, dan udang cantik berwarna-warni yang malu-malu kala siang, jadi lebih agresif. Semuanya seperti mendapat tenaga dari kegelapan.

Memasuki bangkai kapal di malam hari, rasanya seperti diam-diam memasuki rumah kosong di buku-buku RL Stine. Namun tanpa rasa takut, yang ada hanya penasaran, dan keriangan.

Aku yang mudah sekali ketakutan pada tempat gelap dan sempit saat berada di daratan, seperti disuntik puluhan miligram hormon kebahagiaan dan keberanian. Seru betul menjelajahi bangkai kapal di malam hari, lebih seru dari penjelajahan saat matahari bersinar-sinar di atas kepala.

Bangkai kapal yang hanya berupa besi-besi tua, menjelma agung pada malam hari. Seperti kastil yang dihancurkan pasukan kerajaan lawan, dan kini dihuni oleh kelompok baru yang tak pernah sempat menikmati kastil pada masa jayanya. Pada masa ia masih mengibarkan bendera, dan sibuk mengurus urusan negara.

Tiang-tiang kapal yang tersisa, dengan gagah mengawal di kiri kanan, rasanya seperti berjalan di koridor Hogwarts. Hanya saja kami sedang berenang, bukan berjalan. Saat memasuki "lubang tikus", rasanya seperti sedang dalam labirin perdu di halaman taman kanak-kanak dulu. Hanya saja kali ini kami tidak merangkak.

Saat itu pertama kalinya aku melihat kaki katak dive buddy yang berenang di hadapan, mengeluarkan bubuk peri bercahaya hijau! Saat kumatikan senter, dan semakin gelap ruang sekitar (yang agak sulit karena bule-bule bercahaya neon itu) semakin jelas bulir bulir cahaya hijau muncul dari tiap gerakan kaki katak di hadapan.

Beberapa detik kemudian aku baru tersadar bubuk peri tersebut adalah plankton. Maka aku memutuskan, salah satu yang paling ajaib dari penyelaman malam adalah plankton!

Maka pada safety stop, kami semua mematikan senter, dan "menghidupkan" plankton. Rasanya seperti dikelilingi ratusan kunang-kunang, terbang disekitaran. Muncul begitu saja di tempat-tempat yang kita inginkan.

Kunang-kunang laut ini yang aku yakini menyerap semua kekhawatiran, mengambil semua ketakutan, dan menggantikan dengan rasa penasaran dan kebahagiaan.

Ah, aku harus sering bersama mereka, supaya lebih bahagia!

Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual