Mak


Mak,
Otakku ngilu, saat anak lelaki di hadapku mengajari cinta melulu.
Kubilang padanya, aku lupa caranya jatuh cinta.
Dia berkeras hati bisa kelu, tapi pipi diam-diam akan bersemu,
dan tak seseorang pun bisa lupa jatuh cinta.

Mak,
Di mataku telah lahir kata-kata yang menunggang lelah.
Seperti matahari yang tumpah pada kopi,
         yang setiap pagi ku seruputi,
Dan malamnya kupenuhi sumpah serapah.

Mak,
Si anak lelaki bilang aku harus belajar memeluk cinta.
Tapi dia tak ada di mana-mana.
Dicari pun hanya tinggal bayang sambil lalu.

Mungkin dia sudah menjadi aku,
            beribadah di dalam diriku.


Comments

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual