Pagi


Waktu ayah mati,
aku cuma mau menangis dari pagi sampai pagi.
Lalu tiba-tiba sudah pagi lagi.
Hingga pagi-pagi lain datang silih berganti.

Waktu ayah mati,
aku menangis tanpa peduli sudah berapa kali pagi.

Hingga ribuan pagi datang dan pergi.
Ayah tetap mati,
dan aku tetap menangis sampai pagi.

Persoalannya
Kalau Ibu tak ada lagi
Aku tak tahu bagaimana caranya bertemu pagi.




Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual