Kolam


Dulu ayah membuat kolam kecil di pekarangan rumah, dinaungi dua pohon palem, berisi ikan-ikan kecil berwarna-warni.

Lalu hampir setiap sore adik akan meloncat ke dalamnya
dan Ibu menghambur dari dalam rumah, menarik adik keluar dari kolam.
adik bisa saja terpeleset, terbentur, hingga pecah kepalanya,
adik bisa saja kedinginan lalu terkena flu,
atau adik bisa membuat ikan-ikan di kolam mati tersiksa.

Ketika aku masih suka melamun dan memperhatikan ikan-ikan ayah, aku
sering kali membayangkan bagaimana menjadi ayah
dengan istri, dan anak-anak
juga perempuan-perempuan yang berselingkuh dengannya.

Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual