Gambar Putri-Putri


Matahari sudah silau, tapi belum panas, masih hangat di pipi dan tanganku. Si pedagang baru masih merapikan gambar tempel di atas terpal biru.

Dia punya gambar bunga berwarna merah jambu. Bunga yang sebesar tanganku itu punya batang dan daun berwarna hijau. Juga dilengkapi keranjang, dan beberapa bunga lain. Ada bunga yang satu-satu, ada yang bergerombol. Juga ada rumput berwarna hijau. Seperti bongkar pasang gambar tempel, nanti kita bisa mengatur gambar tempel itu. Seperti yang dibelikan Ibu untuk tembok kamarku.

Di sebelah gambar bunga ada kelompok gambar tempel berisi liuk-liuk garis berwarna hitam. Aku tidak suka gambar tempel yang ini. Kenapa warnanya hitam. Siapa yang mau beli gambar tempel berwarna hitam yang membosankan.

Dia juga punya satu set gambar miki mos dan mini mos, di bawah gambar itu tertulis mickey mouse dan minnie mouse. Aku sudah bisa membaca, tapi aku sulit membaca yang itu, bagaimana caranya menyebut huruf C sebelum K? Ibu pernah bilang itu Bahasa Inggris, kalau sudah kelas dua aku akan belajar Bahasa Inggris, supaya bisa bicara dengan Tante Laura, teman ibu yang rambutnya berwarna emas.

Ada juga gambar tempel besar bergambar Dora dan Buts (tulisannya Boots), juga ada Spongbob (yang ini tidak ada tulisannya, tetapi kalau di tivi aku lihat tulisannya Sponge Bob).

Duh duh, di sebelah gambar Spongbob ada gambar putri-putri cantik berambut emas seperti Tante Laura. Bajunya indah betul, ada yang merah muda, ada yang biru muda, tetapi aku tidak bisa melihat semua gambarnya. Spongbob menutupi sebagian putri-putri. Duh duh, bagaimana ini, aku ingin melihatnya.

Apa boleh aku bilang kepada si pedagang baru bahwa aku ingin melihatnya? Tapi bagaimana kalau dia marah? Bagaimana juga kalau ayah marah karena aku bertanya-tanya kepada pedagang di luar gerbang sekolah? Duh duh, aku ingin melihat putri-putri itu.

Baiklah, aku mendekat saja, siapa tau bisa terlihat lebih jelas, tanpa harus bicara dengan si pedagang baru. Siapa tahu nanti ada anak yang mau lihat juga, jadi aku bisa lihat saat dia lihat.

Selagi aku menimbang-nimbang bagaimana caranya agar bisa melihat gambar tempel putri-putri, bel masuk berbunyi.

Hari ini kami akan belajar hitungan enam dan tujuh. Aku suka berhitung, tapi aku ingin melihat seluruh gambar putri-putri.

Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual