menangis


Selalu ada masa di mana kita cuma bisa menangis tanpa alasan. Tangis sepenuh hati yang tidak perlu sebab dan tidak akan berakibat. Tangis yang begitu tulus, seperti seorang ibu yang mengompres kening hangat anaknya.

Tangis yang tidak membuat nafasmu memburu, tangis yang tidak membuatmu sesenggukan, tangis yang tidak akan membuat matamu bengkak atau meninggalkan sembab di wajahmu.

Tangis ini seperti air pancuran setelah bekerja seharian, membersihkan hatimu, menyegarkan gelisahmu. Tangis yang menyerupai air saat mengaliri kerongkongan setelah berjalan kaki dari Thamrin ke Sudirman.

Tangis yang membuatmu jatuh dalam tdur yang lelap sesudahnya. Tangis yang membuatmu berdamai dengan apapun persoalan yang sudah muncul, dan akan muncul nantinya.

Tangis yang membuatmu kuat menundukan masa yang akan datang. Tangis yang membuatmu mampu melihat segala hal yang tak kasat meski hanya dengan mata telanjang.

Aku hanya ingin menangis.
Namun tak tahu bagaimana caranya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual