Soal Beha


Abis baca postingan blog Isma soal bra, dan celoteh Nindi di twitter, aku baru tahu, ternyata bra (dari bahasa Inggris brassiere) menyimpan bahaya laten. Kawat yang tidak nyaman, renda yang membuat gatal, tali yang kedodoran, dan banyak soal yang tidak pernah saya tahu sebelumnya.

Padahal, bagi saya bra itu seperti seorang sahabat, menyangga dengan nyaman, dan memperindah. Maka, sangatlah mengkhawatirkan jika perempuan tidak nyaman dengan bra-nya. Artinya perempuan tidak dapat bersahabat dengan bra.

Payudara kita itu seperti agar-agar, dan bra adalah cetakan. Jika kita pilih cetakan yang salah, agar-agarnya bisa jadi bentuknya peyang. Cukup kepala anak tetangga aja ya yang peyang, jangan tetek ikutan peyang.


Jadi, gimana cara pilih cetakan yang bersahabat?

Ga boleh tumpah

Cup bra ada berbagai macam, full cup, setengah, ataupun tiga per empat. Pilihan jenis cup adalah pilihan mana suka, tergantung situasi, kondisi, dan pakaian yang kita pakai. Namun satu yang pasti, apapun cup-nya, payudara tidak boleh terlihat menonjol melewati bra, alias tumpah-tumpah.

Payudara harus pas di dalam cup, jangan sampai di batas kult dan cup bra, terlihat ada bagian yang menyeruak karena tak tertampung dalam bra.


Ga naik-naik

Tali belakang bra yang melewati punggung, harus sejajar dengan payudara. Tali tidak boleh melengkung naik karena itu berarti bra memiliki tali pundak yang terlalu pendek. Dengan demikian tali pundak juga harus disesuaikan, jangan terlalu pendek, dan tidak terlau panjang.

Tali-tali ini, harus ketat, menempel di kulit. Namun, jangan sampai ada kulit yang menyeruak dari batas tali dengan kulit, itu artinya terlalu ketat.


Ga nongol

Di bagian bawah cup, tidak boleh ada sedikitpun payudara yang menonjol. Seluruhnya harus masuk ke dalam cup.



Kalau sudah dapat bra dengan ukuran tepat, harus tepat juga cara pakainya. Pakai bra bukan dengan cara mengaitkan di depan lalu diputar kebelakang, baru pakai talinya. Percaya deh, itu cara yang salah. Ga cuma merusak bra, tapi juga bisa bikin iritasi kulit.

Pertama pasang kedua tali bra di pundak. Lalu agak menunduk sedikit, dan masukan payudara ke dalam cup bra. Puting harus berada di tengah cup.

Masih sedikit menunduk, kaitkan pengait belakangnya. berdiri normal, dan rapikan payudara, jangan sampai ada yang keluar-keluar.



Terakhir, bra yahud harus dijaga supaya tetep yahud.


Jangan memeras

Bra yang ada kawatnya jangan sampai diperas dengan brutal saat dicuci. Itu bisa merusak pad dan kawatnya. Juga jangan masuk dalam mesin cuci, kecuali pakai pelapis khusus (seperti kantong kain berharga sekitar Rp30.000). Kegiatan meremas dan mencuci dengan mesin ini mungkin yang bikin kawat bra tidak nyaman.

Jangan meremas

Bra dengan pad (baik tebal atau tipis pad-nya), jangan pernah diremas saat mencuci. Bentuk pad bisa berubah, dan tentu mengubah bentuk payudara dalam jangka panjang. Juga jangan dikeringkan dengan mesin cuci.
Jangan menjemur bra dengan cara gini ini ya.
Apalagi di pinggir jalan.

Tali bra tempatnya di pundak, bukan di jemuran

Saat menjemur, jangan sampai menggantung bra pada talinya. Jemur bra dengan posisi di tengah, sehingga cup berbentuk mangkok. Ga perlu dijemur terbalik, karena itu akan menekan sisi tengah cup.

Ga perlu dilipat

Menyimpan bra jangan dilipat. Sering sekali saya melihat penyimpanan bra yang brutal, dilipat dengan cup ditekuk. Simpan saja horizontal, dan ditumpuk dengan cup masuk pada cup lainnya.

Jangan ganggu gugat

Pokoknya biarkan bentuk cup bra apa adanya, seperti baru beli. Kalau mau menghilangkan air habis dicuci, tekan saja pelan-pelan, lalu jemur.


Oya, terakhir, bagi yang suka petting, kalau mau remas-remasan, dan raba-rabaan, jangan sampai merusak cup bra ya. Mending dibuka sekalian deh bra-nya, ato pake aja bra yang ga ada pad-nya. Ingat, kenikmatan raba-rabaan itu cuma sesaat, tapi tetek peyang adalah aset seumur hidup.

Tabik!

Comments

  1. meremas dan memeras.. itu saja yang saya inget dari tulisan ini :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya memeras dan meremas emang sengaja disematkan di sana, biar membantu mengaktifkan imajinasi #eh :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual