Anak Kucing

Ini bukan anak kucing yang kumaksud, tetapi mereka mirip.
Gambar diambil dari sini

Ada empat anak kucing baru di dekat tempat tinggalku. Sayang sekali tak sempat memotret mereka, kali lain akan kugambar berdasar ingatan sajalah.

Empat anak kucing itu, mungkin baru satu bulan. Sedang suka berjalan ke sana kemari, melompat-lompat kecil, atau mengejar buntut induknya.

Tidak seperti beberapa kucing lain yang kerap kutemui sebelumnya, anak-anak kucing ini adalah kucing kampung, sepertinya murni kucing kampung. Sementara beberapa kucing lain yang sering kulihat itu adalah semacam persilangan antara kucing berbulu panjang dengan kucing kampung.

Salah satu anak kucing biasanya berlari masuk ke dalam pagar saat aku melintasi mereka, sedangkan yang lain memperhatikanku, atau mungkin dia memperhatikan tas besarku. Sementara anak kucing berwarna putih-kuning lain tidak mempedulikan keadaanku, dia tetap meloncati pagar bolak-balik. Adapun, anak kucing terakhir baru tadi kulihat keberadaannya. Sepertinya dia selalu dibalik pagar.

Lalu keteringatanku merambah pada memori berapa pekan lalu, saat kutemukan buku mengenai anak kucing yang iri pada anjing.

Anak kucing dalam buku itu, menyesali mengapa tidak terlahir sebagai anjing. Anjing biasnaya diajak jalan-jalan oleh pemiliknya, anjing dapat diandalkan untuk bersiaga menjaga rumah, anjing juga dapat diajak bermain, atau mencari barang. Anak kucing itu iri pada hal-hal menyenangkan sebagai anjing.

Dia lupa, kalau anjing dirantai, padahal kucing tidak. Dia juga tidak menyadari kalau kucing lebih bebas sementara anjing harus menuruti perintah-perintah, seperti mengambil koran. Dia juga lupa kalau anjing sering diminta melakukan hal-hal aneh seperti berdiri dengan kaki belakang, bersalaman dengan manusia, hal-hal semacam itu.

Ah, tiba-tiba si induk muncul dari belakangku. Empat anak kucing mengejar induknya. Sementara satu anak kucing masih asik melompati pagar.

Saat induk serta tiga saudaranya sudah menjauh, dia baru berhenti melompat, menyadari tak ada lagi kucing di sekitarnya. Hanya ada satu manusia. Lalu dia berjalan bolak balik, kebingungan.

Mungkin, aku anak kucing yang kebingungan itu.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual