Doa kesukaan

Banyak yang menyangka saya agnostik. Padahal sesungguhnya saya percaya keberadaan dzat adiluhung yang memiliki setiap roh di semesta raya ini. Saya percaya doa, bukan sebagai sarana meminta-minta, tetapi penyejuk hati, penenang diri, kontemplasi, komunikasi kita pada diri, pada dzat adiluhung itu sendiri.

Malulah saya jika masih meminta-minta, toh sudah ditegaskan "Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu berusaha mengubahnya." Itu janji yang saya percaya. Maka saat keadaan menjadi tidak benar, tak ada alasan untuk menyalahkan siapapun, atau apapun. Saat keadaan menjadi tidak benar, saya awali dengan berdoa, berkontemplasi, bertanya di mana kesalahan yang saya buat, lalu mengulang usaha dari awal lagi.

Saya percaya kekuatan doa, sebagai mantra untuk meyakinkan diri, mengembangkan kekuatan-kekuatan kita. Maka bertahun saya menyimpan Al-Ma'tsurat* di dalam tas, saya bawa ke mana-mana. Ada satu doa favorit saya. Doa ini adalah permohonan untuk sesuatu yang tidak dapat saya usahakan sendirian. Maka saya berdoa, sebenarnya untuk meyakinkan diri bahwa hal tersebut dapat diusahakan.

Begini isi doa favorit saya itu:

"Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, serta lindungilah kami dari lilitan hutang dan dominasi manusia,"

Bagi saya doa itu sudah komplit mengutarakan semua kebutuhan saya. Doa yang saya baca setiap pagi, hal pertama kala membuka mata. Lalu saya tutup dengan doa lainnya:

"Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat."

Amin.




*Al-Ma'tsurat adalah kumpulan doa pagi hingga malam, serta zikir yang dinukil dari Muhammad, oleh Hasan Al-Banna.

Comments

  1. amin.
    doa favoritku : terjadilah padaku sesuai kehendak-Mu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual