Sepotong sajak rindu


:Pramudiarja

Manalah kubisa membaca pikirmu.
Manalah kubisa tahu isi hatimu.
Manalah ku harus bersikap jika kau tak memberi tahu?

Lalu kau masih diam.

Maka begitulah.

Manalah kubisa memberi padamu
selain sepotong sajak usang
penuh rindu yang belum lagi usai.

bagai dahaga pohon sajakku
menerka yang tak pernah kau ucapkan.

Comments

Popular posts from this blog

Oblivion: self, soul, and other thousands of yourselves

Anak Kucing

Let’s talk about casual internalized racism in this island