tentang rindu


Aku pernah berjanji padamu, kan mengirimu rindunya rindu.
Bukan rindu yang mengaru biru, bukan rindu yang lugu.
Rindu ini tak semu, rindu yang kubungkus dengan kertas biru.

Kemarin dulu, sudah siap rindu itu.
Kuhias dengan pita ungu di atas kertas pembungkus biru.
Rindu yang tak kunjung kau gugu.

Kini sekotak rindu itu telah berdebu.
Rindu yang tak ingin kau tahu.
Rindu yang menunggu.

Aku tak tahu apa yang dipikirmu.
Namun, sekotak rindu masih di situ.
Menunggu jemarimu mengusap debu,
melengkapinya dengan selembar rindu
yang usang dan termakan waktu.

Comments

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual