rose is a rose is a rose

Selalu ada beragam versi mengenai kebenaran. Semua pihak selalu merasa kebenarannya adalah yang paling benar sedangkan kebenaran pihak lain adalah versi yang dicomot dari bagian-bagian yang paling disukai.

Kebenaran saya bukan yang paling benar. Kebenaran saya sekadar perspektif. Kebenaran sekadar gambaran pola pikir. Seperti halnya diskusi yang hanya ingin memberi pola pikir baru tanpa tendensi berkonversi pola pikir, maka bagi saya semua kebenaran dapat menjadi yang paling benar.

Kebenaran dapat menjadi benar dalam pola pikir, dalam tulisan dan dalam kepercayaan masing-masing asal tidak memaksa yang lain untuk mempercayai kebenaran itu.

Saya tidak peduli jika orang lain tidak mempercayai kebenaran versi saya. Toh selama saya tidak menumpang hidup, tidak ada pengaruhnya bagi saya. Lagi pula terkadang kebenaran juga sekadar siapa yang paling banyak punya teman, sehingga bisa ramai-ramai mengeroyok pola pikir orang lain.

Bagi saya, setiap kebenaran punya masa lalu. Ada yang berfikiran bahwa boleh saja berbohong kecil untuk menyelamatkan perasaan orang lain. Kepercayaan atas kebenaran tersebut mungkin dipicu pengalaman berada dalam situasi yang membuatnya lebih nyaman untuk tidak mengetahui. Ignorance is bliss.

Jika ia mempercayai itu, maka itu benar. Namun kebenaran adalah kesunyian masing-masing (kutip bebas Gie). Tidak semua yang kita anggap benar dapat juga menjadi benar untuk diterapkan pada orang lain.

Bagi saya, lie is a lie. Saya tentu bukan orang suci. Saya keji dan banyak mengungkapkan kebohongan. Bohong untuk menyelamatkan muka, bohong untuk meraih yang saya inginkan, bohong untuk memanipulasi keadaan, tentu saya banyak berbohong dalam 24 tahun hidup saya. Namun bohong tetap bohong. Dan itu salah.

Sebab itu saya tidak mau ada kebohongan dalam hubungan. Jika benar-benar serius pada suatu hubungan, artinya kita akan berada dengan orang yang sama, tidak hanya lima tahun ke depan, tetapi puluhan tahun sesudahnya. Puluhan tahun bersama tentu akan mengungkap banyak hal. Apalah gunanya kebohongan?

Saya banyak melihat kebohongan. Kebiasaaan mengucapkan kebohongan kecil akan berujung pada kebohongan besar. Seperti memelihara anjing. Sekecil apapun saat mulai dipelihara, dia akan membesar dan mulai belajar menggonggong, bahkan menggigit.

Saya tak menyalahkan siapapun. Kebodohan dan drama saya disebut memperkeruh suasana. Saya tak akan mengelak, bukan karena saya merasa itu benar, tetapi karena setiap orang berhak menciptakan kebenarannya masing-masing.

Seperti kata Umberto Eco, rose is a rose is a rose, maka lie is a lie is a lie. Lie is another additive pain killer, it won't heal. At least it won't heal me.

Comments

  1. there is no absolute truth and no absolute lie...
    but there is simple truth and simple lie, although the implications are often not so simple..both lies and truths can hurt you...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual