sepotong sajak-kau & aku-hari ini

Aku menebar racun pada malam-malam, merapal mantra, menyembah berhala.
Meminta pada bau hujan dan rerasa dosa.

Masih kuhamili kata-kata, kubaui rasa.
Kusimak percakapan gerimis pada tubir kaca,
               sembari menyulam rindu dari tiap cumbuan pada jiwa.
Satu persatu  terhitung rintik pada mata kita.

Lalu kusebut namamu tiga kali,
dengan hati,
dalam hati,
untuk diriku sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Karena usia cuma deretan angka-angka!

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual