apapun maksudnya, selalu ada kesempatan untuk dimaknai dengan berbeda

Barusan saja saya berkunjung ke blog teman. Posting terakhirnya membicarakan ketidaksukaannya pada kalimat: "aku iriii..." karena kalimat tersebut dianggap penuh dengan perasaan buruk yang menggerogoti hati :D

Pas baca posting itu, kok nampol ya. Beberapa kali saya memang berkata: "wah... Kerennya kamu, aku iriii..."

Mungkin ini yang ditangkap berbeda.

Ketika saya berkata "aku iri" dalam kalimat itu tidak ada perasaan buruk apapun, karena iri berbeda dengan dengki.
Bagi saya, setiap manusia wajib iri pada keberhasilan orang lain. Iri bukan dalam bentuk negatif, Tetapi iri untuk terpacu bisa mencapai hal yang juga diidamkan.

Buat saya, "aku iri" mencerminkan "wow, kamu keren, aku kagum padamu!"
Tapi, kenapa juga ya saya tidak mengatakan stright to the point: "wow, kamu keren, aku kagum padamu!"

Ini masalah kebiasaan dan sudut pandang, karena nilai suatu kata sangat dipengaruhi oleh pengalaman selama hidup. Cuma saya tidak ingat pengalaman hidup apa yang membuat saya berkata "aku iri" instead of "wow, kamu keren, aku kagum padamu!"

Akan tetapi, persoalan ini lebih dari persoalan “aku iri”. Masing-masing orang lahir, besar dari orang tua yang berbeda dalam kehidupan yang berbeda dan menjalani hidup dengan nilai yang berbeda-beda. Tentu ada banyak kesempatan untuk menafsirkan berbeda-beda.

Anjing dan Dog, meski memiliki arti yang sama tetapi membawa makna yang berbeda. Anjing bukan suatu kata yang bersahabat buat masyarakat Indonesia, ketika kita marah, kita akan berkata “anjing kamu!” bukannya “dasar jerapah!”.

Di Amerika, ketika marah mereka tidak berkata “Dog!” tapi mungkin “shit!” “bitch!” atau “asshole!”. Sebaliknya di Indonesia kita tidak bilang “dasar lobang pantat!” atau “anjing betina lo!”.

Ketika saya menggunakan kata iri, ada nilai yang berbeda dibandingkan dengan ketika teman saya mendengar kata “iri”.

Maaf ya teman, kalau kata "aku iri" itu mengganggumu,
Tidak ada tendensi buruk apapun kok :)

Comments

  1. biasanya sih kalau iri jalan terus, kecuali ada olisi..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

First Travel dan betapa seksisnya media kita

Aku tumbuh sembari membenci payudara

keterbiasaan pada pelecehan seksual