Posts

Mawar merah dalam keranda

Kerjaanku selain berak dan kencing adalah makan dan berfikir. Aku banyak berfikir soal kemungkinan-kemungkinan. Rupanya terlalu banyak berpikir adalah gejala tak terelakan bagi mereka yang memiliki persoalan kecemasan. Aku juga berfikir soal doa-doa. Aku pernah kecewa dengan doa-doa. Merapal doa apapun, sebanyak apapun, bagaimanapun caranya, tak akan berguna untuk membuat ayah terjaga. Saat petinya tiba di jakarta, aku merapal doa, tak juga berandai-andai pada kemungkinan bertemu lebih awal, saat hangat masih ada. Kucium keningnya, dingin.  Subuh itu aku terjaga, meronta. Siang sebelumnya aku telepon ibu. Saat itu aku mengatakan dengan bimbang akan segera pulang, tapi ibu bilang ayah membaik. Ayah sudah bisa berjalan-jalan keliling komplek perumahan, bahkan ikut mencoblos pada pemilu kali itu. Dia juga minta diajak ke tukang cukur.  Ayah begitu taat pada negara. Bahkan pada hari akhir, hal terakhir yang dilakukan adalah menggunakan hak pilih dalam Pemilu. Dan aku, sebagai an

Perempuan dan Krisis Iklim

Lima tahun belakangan ini, ada dua fenomena yang paling membuka mata dunia: krisis iklim dan kebangkitan perempuan, termasuk anak dan remaja perempuan. Sayangnya, dalam kelindan dengan krisis iklim, perempuan dan anak-anak sering kali hanya dilihat sebagai kelompok rentan. Padahal, perempuan, termasuk remaja dan anak perempuan, bisa jadi adalah kunci solusi krisis iklim. Aktivisme & Ekofeminisme Di seluruh dunia, remaja perempuan tengah naik daun menjadi pemimpin berbagai gerakan, mulai dari Emma Gonzales yang memimpin March for Our Lives melawan rezim senjata paling berpengaruh di Amerika Serikat, hingga Greta Thurnberg yang mengajak jutaan pelajar membolos untuk iklim setiap Jumat, dan baru saja menjadi Time's Person of The Year. Meski nampak baru, kepemimpinan perempuan dalam menjaga alam, bukanlah hal baru. Pada 1981, Perdana Menteri India Indira Gandhi mendeklarasi moratorium industri kayu ( logging ) selama 15 tahun di Hutan Himalaya di wilayah Uttar Pradesh. Kebija

Bagaimana isu lingkungan, gambut khususnya, dapat meminjam seni dan sastra untuk berkomunikasi dan mengambil hati pembaca

Bagaimana seni dan sastra mengorientasi pembaca dalam memaknai, menggunakan, atau bahkan memahami konflik terkait alam, lingkungan, dan keberlangsungan (sustainability)? Bagaimana hubungan kita—sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat—dengan hutan, air, lingkungan, atau gambut dibentuk oleh tradisi, budaya, seni, dan literatur, alih-alih oleh ilmu pengetahuan? Bagaimana teks-teks kesusastraan mengorientasi cara pandang kita terhadap bumi, dan membantu pembaca untuk melihat lebih jauh dari kemampuan ilmu pengetahuan untuk mendefinisi alam dan lingkungan; hingga akhirnya dapat membuat isu-isu lingkungan dan krisis iklim menjadi semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari? Berbeda dengan sebagian besar produk ilmiah dalam masa post truth ini, sastra bisa jadi memiliki dampak emosional yang lebih mendalam bagi pembaca individu, sekaligus juga mempengaruhi tradisi dan budaya dalam masyarakat. Dalam masa post-truth, produk dan informasi ilmiah kerap ditolak dengan alasan emosi

Every time I breath

Image
I still wake up wishing I could just move on But that day comes back to me Every time I breathe (Arlissa) Every time I breath Pencil on used paper July 2019

to the people who successfully jumped to their death

to the people who successfully jumped to their death was all the pain eventually gone?

setiap pagi

setiap pagi kulihat pemandangan yang menghangatkan hati perempuan yang menggendong dan menepuk-nepuk punggung bayi ibu tua yang sedang membantu anaknya berpakaian remaja yang berteriak-teriak kegirangan bermain bola keranjang atau pria paruh baya yang berlari-lari kecil dengan pakaian olah raganya setiap pagi juga kulihat hatiku melayang pergi tak hentinya menginginkanmu kembali Jakarta, Juni 2019

Stranger

Image
a stranger is taking off your clothes layer by layer,  seating you in front of the mirror and tempting you  to ask, "whose body am I wearing right now?"  a stranger is quietly writing down your life story, reflecting  on your birthdate, making up the story of the reason  of your death -  a stranger is quietly turning into yourself (Sapardi Djoko Damono- Metamorphosis) Stranger (Phnom Penh 2017) soft pastel on art paper